Latest Post
Showing posts with label MANAJEMENT. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMENT. Show all posts

JAWABAN SOAL MANAJERIAL EKONOMI

a. Biaya relevan



Biaya relevan adalah biaya masa mendatang dalam berbagai alternatif untuk mengambil



keputusan manajemen. Biaya relevan seiring disebut biaya deferensial yaitu biaya yang berbeda



–beda  akibat adanya tingkat priduksi yang berbeda yang mengakibatkan perbedaan biaya tetap.



Kedua jenis biaya hakikatnya sama, yakni berbagai alternatif  biaya yang disebabkan oleh tingkat



produksi.



Biaya relevan merupakan hasil pengolahan data historis oleh akuntan intern, oleh ahli



yang lainnya. Ia disebut relevan karena berhubungan  erat dengan pengambilan keputusan



manajemen. Ia merupakan biaya masa datang karena digunakan untuk menyusun anggaran,



perencanaan laba, dan pengendalian kegiatan yang bertumpu pada program jangka pendek dan



jangka panjang.



b. Biaya peluang



Biaya peluang atau biaya ekonomi adalah suatu ukuran dari biaya ekonomi yang harus



dikeluarkan dalam rangka memproduksi suatu barang atau jasa tertentu dalam kaitannya dengan



alternatif lain yang harus dikorbankan. Misalnya jika kita memilih menggunakan uang kita untuk



membeli makanan, maka kita kehilangan biaya peluang untuk membeli pakaian dari uang tadi.



Singkatnya, biaya peluang merupakan biaya yang dikorbankan untuk memperoleh sesuatu yang



c. Biaya incremental



Incremental cost adalah biaya yang timbul akibat adanya pertambahan atau pengurangan



output (biasanya merupakan hasil dari kegiatan produksi/operasi). Incremental cost juga



merupakan biaya yang terjadi sebagai akibat dari suatu keputusan. Incremental cost diukur dari



berubahnya IC karena suatu keputusan. Oleh sebab itu sifatnya bisa variabel, bisa juga fixed.



Contoh: penambahan biaya total produksi karena keputusan manajemen untuk penambahan


tenaga kerja dan bahan baku.



d. Biaya Inkremental dan Sunk Cost



Biaya inkremental adalah biaya yang timbul sebagai akibat dari adanya suatu pengambilan



keputusan. Biaya ini merupakan perubahan biaya total yang disebabkan adanya suatu keputusan



yang dibuat. Biaya inkremental bisa bersifat tetap (fixed) atau variable, karena sebuah keputusan



yang baru mungkin mengharuskan pembelian fasilitas modal tambahan, tambahan tenaga kerja



dan bahan – bahan ekstra lainnya.



Biaya inkremental ini harus diidentikasi secara tepat. Hanya biaya – biaya yang berubah



secara nyata sebagai akibat dari suatu keputusan yang boleh dimasukkan, tetapi semua biaya



yang berubah sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut harus dimasukkan. Faktor – faktor



produksi yang menganggur (tak terpakai) yang tidak mempunyai penggunaan alternative tidak



mempunyai biaya inkremental dan oleh karena itu bisa dianggap tidak mempunyai biaya.



Biaya yang yang telah dikeluarkan untukpembelian mesin – mesin atau pabrik dan bangunan –



bangunan harus dianggap sunk cost dan tidak dimasukkan ke dalam proses pembuatan keputusan



kecuali tumbalnya positif. Karena itu tanpa adanya suatu kemungkinan penggunaan alternative



dan tanpa adanya suatu penggunaan yang menguntungkan dari suatu sumber daya yang dimilki,



maka biaya inkremental sumberdaya tersebut adalah nol.



Sebuah contoh untuk pengetian sunk cost. Misal, sebuah perusahaan akan mengambil



keputusan untuk mengontrak pembangunan untuk sebuah gedung kesenian. Usulan proyek yang



diajukan oleh perusahaan sudah mempertimbangkan peralatan, kemampuan,potensi dan lain –



lain yang telah dimiliki perusahaan tersebut. Usulan yang dilakukan itu karena arsitekturnya



telah ada, keseniannya telah berkembang, tanah untuk lokasi telah tersedia, banyak konsumen



yang menghendakinya dan mampu untuk membayar dan lain – lain.



Potensi yang telah ada itulah kemudian berkembang menjadi apa yang disebut sunk cost. Jadi



sunk cost adalah potensi atau kekayaan yang melatarbelakangi usulan suatu proyek (keputusan).






2. Break Even Point



Pengertian Break Event Point adalah suatu kondisi dimana total pendapatan sama besarnya



dengan total biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita



kerugian atau sebagai titik dimana total margin kontribusi sama dengan total biaya tetap.



Break Event Point biasanya disebut juga sebagai titik pulang pokok atau titik impas.



Analisis Pulang Pokok



Analisis pulang pokok (breakeven analysis) sering juga disebut analisis kontribusi laba



merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan - antara



biaya, penerimaan, dan laba.



a. Analisis Pulang Pokok Linier



Dalam penerapan analisis pulang pokok hubungan yang linier biasanya digunakan



untuk menyederhanakan analisis. Analisis pulang non linier cukup menarik secara



intelektual karena 2 alasan pokok yaitu :



1. Dalam banyak kasus kenaikan penjualan bisa dicapai jika harga diturunkan



2. Analisis fungsi biaya menunjukkan bahwa biaya variabel rata – rata (AVC) akan turun



pada kisaran output tertentu dan kemudian meningkat.



b. Analisis Pulang Pokok Aljabar



Teknik aljabar untuk menyelesaikan masalah pulang pokok bisa digambarkan dengan



menggunakan hubungan biaya dengan penerimaaan ditunjukkan :



P = Harga jual per unit



Q = Kuantitas yang diproduksi dan yang dijual.



TFC = Total Fixed Cost (Biaya Tetap Total)




AVC = Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata – Rata)



Rumus secara Aljabar



P.Q = TFC + AVC.Q



(P – AVC)Q = TFC



3. Proses yang terkait dengan semua pengambilan keputusan manajerial yaitu :



− Menetapkan tujuan perusahaan atau organisasi.



− Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.



− Mengidentifikasi berbagai solusi-solusi.



− Memilih solusi terbaik dari berbagai solusi yang tersedia.



− Megimplementasikan keputusan tersebut.
 

FUNGSI PENGARAHAN

—BAB 10
FUNGSI PENGARAHAN

—A.PENGERTIAN PENGARAHAN
— Fungsi pengarahan (directing=actuating=leading=penggerakan)
—Ini adalah fungsi terpenting paling dominan dalam proses manajemen.
—Pokok-pokok masalah yang dipelajari pada fungsi pengarahan atau directing adalah :
1.Tingkah laku Manusia (human behavior)
2.Hubungan Manusiawi (Human Relation)
3.Komunikasi(communication)
4.Kepemimpinan(Leadership)
—Orang-orang yang mengemukakan Tingkah laku Manusia adalah :
—Elton Mayo dan Fritz Rothlisberger dengan teorinya Human Science Theory
—Douglas McGregor dengan teori X dan Y.
—D.yung dengan teori Introvert,Extrovert, dan Ambivert-nya.
—Kobert Owen dan Andrew Uro, dengan Heredity dan Environment-nya.
—Clare W.Graves, dengan Tipe-tipe Tingkah laku Manusia.
—Dr.Thoshitaka Nomi,dengan teori Golongan darah.
—HUBUNGAN MANUSIAWI

Hubungan manusiawi ini tercipta serta di dorong oleh kebutuhan dan kepentingan yang sama
—The nature of Man
—The nature of Organitaztion
—KOMUNIKASI

Tanpa komunikasi proses Mnajemen tidak terlaksana



Hambatan

Komunikator Pesan Komunikan



Freedback
—Tujuan Komunikasi yaitu, untuk memberikan perintah, laporan, informasi, ide, saran, berita dan menjalin hubungan-hubungan dari seorang komunikator kepada komunikan dan penerimanya

—Tipe-Tipe Komunikasi
1.Komunikasi Formal (Formal Communication)
2.Komunikasi Informal (Informal Communication)
—Metode Komunikasi
—Komunikasi Langsung
—Komunikasi Tidak Langsung
—Komunikasi Horizontal
—Komunikasi Dua arah (two way traffic)
—Hambatan-Hambatan Komunikasi
—Hambatan Semantis
—Hambatan Teknis
—Hambatan Biologis
—Hambatan Psikologis
—Hambatan Kemampuan
—Komunikasi dan Proses Manajemen
Peranan komunikasi dalam proses manajemen sangat menentukan berhasil tidak nya seorang manajer mencapai tujuan perusahaan.
—KEPEMIMPINAN
kepemimpinan(Leadership)merupakan intisari manajemen
LEADER adalah Orangnya, sedangkan LEADERSHIP ialah gaya atau style seorang manajer untuk mengarahkan, mengkoordinasi, dan membina parabawahannya agar mau berkerja sama dan bekerja produktif mencapai tujuan perusahaan.
—Fungsi-Fungsi Kepemimpinan
1.Pengambilan keputusan dan merealisasi keputusan itu
2.Pendegelasian wewenang dan pembagian kerja kepada para bawahan
3.Meningkatkan daya guna dan hasil guna semua unsur manajemen
4.Memotivasi bawahan supaya bekerja efektif dan bersemangat
5.Mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan loyalitas bawahan
6.Pemrakarsa, Penggiatan, dan pengendalian rencana.
7.Mengkoordinasi dan Mengintegrasi kegiatan-kegiatan bawahan
8.Penilaian prestasi dan pemberian teguran atau penghargaan kepada bawahan
9.Pengembangan bawahan melaui pendidikan atau pelatihan
10.Melaksanakan pengawasan melekat (waskat) dan tindakan – tindakan perbaikan jika perlu.
—MACAM-MACAM WEWENANG PEMIMPIN.
1.Formal Authority (wewenang resmi)
2.Personality Authority (kewibawaan)


—HAL-HAL YANG MNYEBABKAN SESEORANG MENJADI PEMIMPIN ADALAH :
1.Tradisi (warisan)
2.Kekuatan (Pribadi)
3.Pengangkatan (Atasan)
4.Pemilihan
—Teori-Teori Kepemimpinan
—Teori Sifat (the traitist theory of leadership)
—Teori Kepemimpinan situasional
—Tipe-Tipe dan Gaya-Gaya Kepemimpinan
1.Deserter
2.Bureaucrat
3.Missionary
4.Develover
5.Autocrat
6.Beneloven
7.Compromiser
8.Exsecutiv
—MOTIVASI
Berasal dari bahasa latin, MAVERE yang berarti dorongan atau daya penggerak.
—Pengertian Motif dan Motivasi

Tingkah laku seseorang di pengaruhi serta di rangsang oleh keinginan.Kebutuhan, tujuan, dan kepuasannya.Rangsangan timbul dari diri sendiri dan dari luar.
Rangsangan ini akan menciptakan “motif dan motivasi “ yang mendorong orang bekerja untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan dari hasil kerjanya.
Motif dapat di artikan sebagai Driving Force yang menggerakan manusia untuk bertingkah laku dan berbuat untuk tujuan tertentu.
—ASAS-ASAS MOTIVASI
1.Asas mengikutsertakan.
2.Asas komunikasi.
3.Asas Pengakuan
4.Asas wewenang yang didelegasikan
5.Asas adil dan layak
6.Asas perhatian dan timbal balik
—Model-Model Motivasi
—Model Tradisional
—Model Hubungan manusia
—Model Sumber daya Manusia
—Teori-teori Motivasi

1.Teori kepuasan (Content Theory)
2.Teori Proses (Process Theory)
3.Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)

● —Teori Kepuasan (Content Theory) ini dikenal antara lain:
1.Theory Motivasi klasik oleh F.W.Taylor.
2.Maslows need hierarchy Theory (A Theory of Human Motivation) oleh A.H Maslow
3.Herzberg To Factors Motivation Theory oleh Frederick Herzbreg
4.Mc.Clelland AchievemantMotivation Theory oleh Mc clelland
5.Exixtence, Relatedness and Growht (ERG) teori oleh Alderfer
6.Teori Motivasi Human Relations
7.Teori Motivasi Claude S.George
—Teori Proses
a)Teori harapan (Expectancy Theory)

Prinsip teori harapan
1.P=f(MxA)
2.M=f(V1xE)
3.V1=f(V2xI)

Keterangan:

P=Perfomance V=Valence

M=Motivasi E=Expectancy

A=Ability I=Instrumentality
—b) Teori keadilan
Teori keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi atasan harus bersifat adil terhadap semua bawahnnya.
—Teori Pengukuhan

Teori Pengukuhan ini terdiri dari dua jenis:
a)Pengukuhan Positif (Positive reinforcement)
b)Pengukuhan Negatif (Negative Reinforcement)

 

—FUNGSI PERENCANAAN

—FUNGSI PERENCANAAN

—Perencanaan merupakan langlah awal yang sangat menentukan keberhasilan organisasi
—Perencanaan yang kurang baik sama saja dengan membuat rencana kegagalan.
—Namun Perencanaan yang baik bukanlah segala galanya.


—Perencanaan dan proses perencanaan
—Perencanaan (Planning) merupakan proses penetapan tujuan dan memilih cara untuk merealisasikan tujuan tersebut.

—“ PERENCANAAN” adalah pekerjaan mental untuk memilih sasaran , kebijakan, prosedur, program yang diperlukan untuk mencapai apa yang diinginkan pada masa yang akan datang.


—Setiap organisasi tidak lepas dari perencanaan
—Menurut Schermerhorn, J.R ( 1996) perencanaan meliputi 5 tahapan
1.Penetapan sasaran
2.Evaluasi kondisi sekarang
3.Pengembangan kondisi masa depan.
4.Analisis alternatif tindakan dan rencana pencapaian sasaran
5.Implementasikan rencana dan evaluasi hasil
—Menetapkan sasaran
1.Perlu dibuat secara spesiifik agar tidak menimbulkan kerancuan (Spesifik)
2.Sasaran harus terukur untuk memberikan kejelasan (measurabel)
3.Sasaran perlu dibuat secara menantang tetapi realistis (attanable dan realistic)
4.Penetapan sasaran harus mempunyai batasan waktu yang jelas (time bounded)

● —Manfaat perencanaan
1.Fokus dan fleksibilitas
2.Perbaikan koordinasi
3.Perbaikan kontrol
4.Manajemen waktu
—Fokus dan flesibilitas

Perencanaan dapat memperbaiki kinerja karena beberapa alasan:
1.Perencanaan berfokus pada hasil
2.Perencanaan menekankan kepada prioritas
3.Perencanaan berorientasi pada keunggulan, yaitu mengalokasikan sumber daya untuk mengoptimalkan kekuatan organisasi
4.Perencanaan mengakomodasi perubahan yatiu mengatisipasi adanya masalah dan peluang
—Perbaikan koordinasi
—Dengan adanya hierarki sasaran beberapa sasaran dalam organisasi akan saling terkait dan saling mendukung. Dengan demikian koordinasi antar bagian dapat lebih optimal apabila perencanaan telah dilakukan dengan baik.
—Perbaikan kontrol
—Ddalam perencanaan = dilakukan sasaran
—Semakin optimal penetapan sasaran, proses kontrol akan semakin mudah dilakuakan.
—Managemen waktu
—Dengan adanya perencanaan waktu yang baikmaka pengelolaan waktu dapat dilakukan secara optimal dengan memberikan prioritas pada kepentingan yang bersifat strategis dan harus dilakukan.
—Hierarki rencana organisasi

Rencana dapat dibedakan menjadi 2 tipe:
1.Rencana strategis (strategik Plans)
—Dibuat oleh manager level atas
—Mendefinisikan tujuan umum


2. Rencana operasional
—Merupakan detail dari implementasi stragtegik plans
—Merupakan deskripsi mengenai aktifitas sehari hari.
● —Hierarki rencana organisasi
—Perbedaan strategic plands dan operational plans
—Rencana rutin dan rencana insidental
—Rencana operasional dapat diklasifikasikan mendjadi dua:
1.Rencana rutin (standing plans) = rencana yang digunakan lebih dari sekali. Misalnya kebijakan, aturan dan prosedur.
2.Rencana insidental ( single use plans) = rencana yang digunakan hanya sekali misalnya proyek.
—Perencanaan top down dan bottom up
—Perencanaan dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:
1.Top down
— dimulai dengan penetapan sasaran umum perusahaan oleh top management, selajutnya dilakukan perencanaan mulai dari yang general sampai ke yang detil
—Keunggulannya lebih komprehensif dan terintegrasi antar bagian tidak bersifat parsial


2. Bottom up
— dimulai dari lower level management.
— kelebihan : kesesuaian dengan situasi yang berkembang dilingkungan bisnis serta mendorong adanya komitmen dari segenap jajaran management pada berbagai level.
—Fungsi fungsi perencanaan
— Forecasting ( peramalan)
—Penetapan sasaran
—Menetapkan prosedur prosedur kegiatan yang diperlukan, biaya biaya yang diperlukan untuk setiap kegiatan demi tercapainya tujuan yang diinginkan.
—Menentukan waktu yang tepat
—Penganggaran
—Pengembangan prosedur
— penetapan dan penafsiran kebijakan
—Perkiraan (forecasting)
—Perencanaan merupakan visi mengenai kondisi masa depan.
—Merupakan proses pembuatan asumsi mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang .
—Terdapat 2 pendekatan dalam melakukan perkiraan yaitu : pendektan kualitatif dan kuantitatif.

—Pendekatan kualitatif dilakukan dengan opini yang biasanya menggunakan pakar sebagai narasumbernya.
—Pendekatan kuantitatif menggunakan analisis matematika dan statistik, misalnya menggunakan metode exponensial smoothing, moving avarage dan ekonometri.
—Pembuatan keputusan
—Merupakan proses mengindentifikasi dan memilih suatu tindakan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tertentu.
—Terdapat 4 cara untuk mengetahui masalah
1.Adanya deviasi penyimpangan dari pengalaman masa lalu
2.Adanya deviasi terhadap rencana yang telah ditetapkan
3.Kritik dan saran dari fihak luar
4.Kinerja kompetitor.
—Tahapan pembuatan keputusan
1.Lakukan investigasi terhadap situasi yang terjadi (untuk mendefinisikan masalah, mendiaknosis penyebab masalah dan penetapan sasaran perbaikannya)
2.Mengembangkan alternatif solusi. (memerlukan penguasaan masalah dan kreatifitas)
3.Melakukan evaluasi terhadap alternatif solusi dan memilih solusi yang terbaik.
4.Mengimplementasikan keputusan dan melakukan pemantauan.
● —Keuntungan perencanaan
1.Dengan perencanaan tujuan menjadi jelas, objektif dan rasional
2.Perencanaan menyebabkan semua aktivitas terarah, teratur dan ekonomis
3.Perencanaan akan meningkatkan pendayagunaan semua fasilitas yang dimiliki
4.Perencanaan dapat mengembangkan keseluruhan perusahaan
5.Perencanaan dapat memperkecil resiko perusahaan
6.Perencanaan memberikan landasan untuk pengendalian
7.Perencanaan memberikan gambaran seluruh pekerjaan dengan jelas dan lengkap.
—Kerugian kerugian perencanaan
—Perencanaan akan membatasi tindakan, inisiatif para karyawan, karena mereka harus bekerja sesuai dengan pola yang telah ditetapkan.
—Perencanaan menyebabkan keterlambatan tindakan yang perlu diambil dalam keadaan darurat.
—Informasi yang digunakan untuk meramalkan masa yang akan datang belum tentu tepat. Sehingga manager tidak akan dapat secara pasti meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
—Biaya yang diperlukan untuk merencanakan cukup besar bahkan bisa melampaui yang akan dicapai
—Perencanaan mempunyai penghalang-penghalang psikologis, karena orang lebih memperhatikan masa sekarang daripada masa yang akan datang.
 

FUNGSI PENGARAHAN


X
FUNGSI PENGARAHAN

q  Pengarahan (directing=actuating=leading=penggerakan) adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
q  G.R. Terry
Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve to objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.
Artinya:
Pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok, agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.
q  Koontz dan O’Donnel
Directing and leading are the interpersonal aspects of managing by which subordinate are led to understand and contribute effectively and efficiency to the attainment of enterprise objectives.
Artinya:
Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.


q  Pokok-pokok masalah yang dipelajari pada fungsi pengarahan:
  1. Tingkah laku manusia
  2. Hubungan manusiawi (human relations) adalah hubungan antara orang-orang yang dilakukan dalam suatu organisasi.
  3. Komunikasi
  4. Kepemimpinan

q  Tingkah laku Manusia
Para penulis yang mengemukakan tingkah laku manusia , yaitu:
a.       Elton Mayo dan fritz Roethlisberger dengan teorinya human Science Theory
Hasil penelitiannya sebagai berikut:
·         Masalah manusia hanya dapat diselesaikan secara manusiawi dan menggunakan data, informasi dan alat-alat kemanusiaan pula
·         Moral dan semangat kerja lebih besar peranan dan pengaruhnya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan dari pada kompensasi.
·         Perlakuan yang baik dan wajar terhadap karyawan lebih besar pengaruhnya untuk peningkatan produktivitas kerja daripada tingkat kompensasi yang besar, walaupun kompensasi juga penting.
b.      Douglas McGregor dengan teori X dan Y
·      Teori X mengemukakan bahwa:
-       Rata-rata karyawan itu malas dan tidak suka bekerja
-       Umumnya karyawan tidak berambisi dan menghindari tanggung jawab
-       Karyawan lebih suka diperintah dan dibimbing serta diawasi.
-       Karyawan lebih suka mementingkan diri sendiri dan kurang memperdulikan sasaran perusahaan.
·      Teori Y mengemukakan bahwa
-       Rata-rata karyawan rajin dan sesungguhnya bekerja sama wajarnya dengan bermain-main dan beristirahat.
-       Lazimnya karyawan dapat  memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju.
-       Karyawan selalu berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan mengembangkan dirinya untuk mencapai sasaran yang optimal.
c.       D. Yung dengan teori introvert, extrovert, dan ambivertnya
D. Yung mengemukakan bahwa sifat dan tingkah laku manusia terbentuk dari keturunan dan lingkungannya.
·      Tipe introvert, jika perhatiannya diarahkan ke dalam dirinya sendiri.
·      Tipe extrovert, jika perhatiannya ditujukan ke sekelilingnya.
·      Tipe ambivert, adalah orang-orang yang tingkah lakunya berada diantara introvert dan ambivert.
d.      Robert Owen dan Andrew Uro dengan Heredity dan Environment-nya.
Robert Owen dan Andrew Uro mengemukakan bahwa jika manusia diperlakukan lebih manusiawi, maka semua potensinya akan dikerahkannya untuk mencapai sasaran perusahaan.
Tingkah laku manusia terbentuk dari dua sisi, yaitu pertama keturunan dari ayah atau ibu (heredity), dan kedua, dari lingkungan pergaulan (environment)nya.
Dalam diri seseorang terdapat empat fungsi psikis, yaitu pikiran, perasaan, instuisi, dan penginderaan.
e.       Clare W. Graves, dengan tipe-tipe tingkah laku manusia.
Clare W. Graves membedakan tujuh pola tingkah laku manusia:
·       Tipe Autistik
Orang yang kurang atau bahkan tidak punya daya juang ataupun tidak dapat dikaryakan.
·       Tipe Animistik
Ia sadar akan lingkungannya tetapi kurang memahaminya.
·       Tipe kejutan
Ia sadar dan takut akan adanya daya-daya yang bertentangan dalam dirinya sendiri dan dunia yang hanya sebagian saja dipahaminya.
·       Tipe Agresif dan Gila Kuasa
Ia menentang tradisi dan tata tertib yang telah mapan. Ia lebih suka mengatur diri sendiri. Motifnya adalah kekuasaan dan prestise.
·       Tipe Sosio Sentris
Orangnya rindu akan suasana kerja yang menyenangkan. Ia mendahulukan masalah-masalah social dari pada masalah-masalah pribadi.
·       Tipe Agresif Individualistis
Orang percaya akan dirinya sendiri, bertanggung jawab, berkiblat pada tujuan, bukan pada sarana.
·       Tipe Individualistis suka damai
Orangnya berorientasi pada tujuan dan berharap dapat ikut serta dalam menentukan targetnya sendiri.
f.       Dr. Toshitaka Nomi, dengan teori golongan darah
Dr. Toshitaka Nomi mengemukakan bahwa golongan darah dapat mengungkapkan tingkah laku manusia, yaitu:
·       Golongan darah A bias dipercaya
·       Golongan darah B lemah lembut
·       Golongan darah AB emosional
·       Golongan darah O berbakat pemimpin
q Hubungan Manusiawi
Hubungan manusiawi (human relations)adalah hubungan antara orang-orang yang dilakukan dalam suatu organisasi. Jadi bukan dalam arti kekeluargaan.
Dalam kehidupan berkelompok atau organisasi ini harus didasarkan atas kebutuhan, kepentingan, hormat menghormati, saling membutuhkan dan kerja sama diantara semua pihak untuk mencapai tujuan. Kerja sama ini akan tercipta dan terbina dengan baik, jika ada pengertian kebersamaan, saling menguntungkan dan adanya kesediaan mengorbankan sebagian daro kepentingannya masing-masing.
Jadi hubungan manusiawi atau social ini tercipta dan terbina dengan baik, bila dilakukan secara manusiawi, saling membutuhkan, saling menguntungkan, hormat menghormati, cinta mencintai dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
 

PENGANTAR MANAJEMEN


KATA PENGANTAR
     Alhamdulilllahirabbilalamin, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Dasar Dasar Manajemen”.
     Penulisan makalah ini merupakan tugas pertama dari Bapak Drs.Alfred M.Si yang merupakan dosen pengajar mata kuliah “Pengantar Manajement”.
     Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan kususnya dari bapak dosen pembimbing  demi  penyempurnaan pembuatan makalah ini.

DAFTAR ISI
Halaman
i Kata Pengantar                                                                                                                              1
ii Daftar Isi                                                                                                                                         1
BAB 1. PENDAHULUAN                                                                                                      2
          1.A Latar Belakang                                                                                                                 2
          1.B Tujuan                                                                                                                               2
BAB 2. PEMBAHASAN                                                                                                                      3
          2.A Pengertian                                                                                                                        3
          2.B Konsep Dasar Manajemen                                                                                             3
          2.C Sejarah Manajemen                                                                                                         4
          2.D Manajemen Menurut Kajian Islam                                                                                5
BAB 3. PENUTUP                                                                                                                               5
            Daftar Pustaka                                                                                                                        5




BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Studi mengenai dasar-dasar manajemen dapat dimulai dengan menyajikan berbagai konsepsi dasar sebagai kerangka referensi ilmiah dan praktis dalam usaha memahami logika pikir manajemen. Titik beratnya akan diletakkan pada arti manajemen, perkembangan historisnya, pengaruh filsafat dan nilai-nilai manajer
Melalui orientasi tersebut pandangan akan lebih difokuskan pada pemahaman manajemen dalam sudut pandang aktivitas manajerial sebagai sebuah proses yang khas melalui pendekatan yang berbeda.


B.Tujuan
    Sebagai salah seorang mahasiswa baru yang berkonsentrasi pada pendidikan manajemen, tentunya akan sangat akrab denagan istilah “manajement”.Meninjau msalah tersebut maka makalah ini di buat selain untuk tugas juga sebagi penantar nantinya saya memahami mata kuliah lanjutan mengenai manajemen.
     Selain itu menjadi sebuah kewajiban kusus bagi mahasiswa, tidak hanya dari studi manajement untuk memahami apa itu manajement,karena manajement itu bisa masuk dalam berbagai bidang,tidak hanya dalam bidang ekonomi tapi juga banyak hal misal saja dalam sebuah oraganisasi pun juga dibutuhkan yang namanya seni manajemen untuk penorganisasian bagian bagian dalam organisasi tersebut.






BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian
Kamus Webster menyatakan bahwa manajemenberasal dari kata manage (maneggio, Italia) yang dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kata manage berarti: mengurus, memimpin, mencapai, dan memerintah. Berdasarkan pengertian secara etimologis itu munculah konsepmanajemen yang secara terminologis menurut para ahli disebut sebagai the act or art of managing, conducting, directing, and controlling.Manajemen merupakan suatu kegiatan atau seni dalam mengurus (memimpin, mencapai, dan memerintah), membimbing, mengarahkan dan mengendalikan[1]
     Berdasarkan pembatasan tersebut kemudian muncul berbagai definisi tentang manajemen. Diantaranya adalah Follet yang mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Sedangkan Stoner mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan berbagai berbagai sumber daya organisasi lainya untuk mencapai tujuan organisasi yang diinginkan (Handoko, 1991:8). Definisi manajemen seperti yang dikemukakan oleh Stoner tersebut pada dasarnya sependapat dengan definisi manajemen yang dikemukakan oleh Tery yang menyatakan, bahwa manajemen sebagai suatu tindakan untuk melaksanakan sesuatu melalui orang lain. Artinya tindakan tersebut melalui perencanaan dan pengorganisasian, pengarahan dan penggerakan serta koordinasi dan pengawasan.
B.Konsep Dasar Manajemen
Jika kita berbicara mengenai konsep maka akan bisa kita tarik dari pengertian yang ada diatas Berdasarkan beberapa pengertian dan definisi yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan, bahwa konsep manajemen itu meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Sebagai pekerjaan pimpinan,
2. Ada tujuan yang ingin dicapai,
3. Pencapaian tujuan dilakukan dengan orang lain,
4. Setiap kegiatanya selalu menggunakan cara berpikir ilmiah dan praktis (prinsip-prinsip manajemen) dengan dukungan berbagai sumberdaya yang tersedia 
5. Pencapaian tujuan dilakukan dengan cara seefektif dan seefesien mungkin[1].


C.Sejarah Manajemen
          Jika kita berbicara mengenai sebuah sejarah maka akan merujuk pada stu istilah yakni periodisasi,periodisasi yaitu pembabakan waktu yang digunakan untuk berbagai peristiwa,karena sejarah manajemen itu juga merupakan peristiwa maka manajement pun juga memiliki periodisasinya sendiri yakni sebagai berikaut:

Pemikiran awal manajemen

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
Era manajemen ilmiah
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson Manajemen ilmiah dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya, Principles of Scientific Management, pada tahun 1911[2]. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah sebagai "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Era manusia sosial
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen sains. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.Pada masa ini pula muncul pandangan bahwa “manajer itu adalah kawan bukan lawan” oleh karena itulah pada masa ini disebut masa “Manusia Sosial
Era moderen
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (1904)
D.Manajemen Menurut Kajian Islam
Manajement tidak hanya milik orang barat akan tetapi milik semua orang termasuk didalamnya adlah orang muslim,dalam kajian islam manajement memiliki pengertian tersendiri yakni manajemen dipandang sebagai perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik(KH Alie Yafie,2012). Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama. Ada empat landasan untuk mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu: kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian.



BAB III
PENUTUP
     Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para dosen pembimbing  berkenan  memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Imam. “Dasar Dasar Manajemen.” http://masimamgun.blogspot.com/2010/08/dasar-dasar-manajemen.html (diakses tanggal  21 September 2012)
Wikipedia. “Manajemen.” http://id.wikipedia.org/wiki/Manajement (diakses tanggal  21 September 2012)
Swarthid, Ihsan. “Manajemen Menurut Islam beserta pengertian dan Tingkatan Manajemen Dan Manajer.” http://www.ruangihsan.net/2009/09/manajemen-menurut-islam-beserta.html (diakses tanggal  21 September 2012)


[1] Wikipedia Bahasa Indonesia,2012
[2]Wikipedia Bahasa Indonesia,Management,2012
 
 
Support : Creating Website | CAH MANAGEMENT | TITISAN SAMUDERA
Copyright © 2011. MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SAMUDERA
Proudly powered by Blogger